Pengertian Anak Usia Dini/Taman Kanak-kanak
Anak usia dini adalah anak yang berada dalam rentang 0-8 tahun. Anak usia dini merupakan kelompok yang sedang berada dalam prinsip pendidikan anak usia dini adalah individu unik yang memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan dalam aspek fisik, kognitif, sosial emosional, kreatifitas, bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan tahapan yang sedang dilalui oleh anak tersebut.
Dalam pasal 28 Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.20/2003 ayat 1, disebutkan bahwa anak yang termasuk anak usia dini adalah anak yang masuk dalam rentang usia 0-6 tahun. Anak usia dini adalah anak yang berkisar antara usia 0-6 tahun yang memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa sehingga muncul berbagai keunikan pada dirinya.[1] Usia dini merupakan masa perkembangan yang menentukan perkembangan masa selanjutnya. Berbagai studi yang dilakukan para ahli menyimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini dapat memperbaiki prestasi dan meningkatkan produktivitas kerja masa dewasanya.[2]
2. Karakteristik Anak Taman Kanak-kanak
Memahami karakteristik anak merupakan salah satu point dalam mendekati anak didik, guru harus memahami setiap kararter anak, ada yang manja, pemalu, pintar atau ada yang telalu percaya diri melalui pemahaman tentang karakteristik anak tersebut akan memudahkan guru dalam melakukan pendekatan terhadap anak didik. Beberapa hal menjadi alasan pentingnya memahami karakteristik anak usia dini sebagai berikut:
a. Usia dini merupakan usia yang paling penting dalam tahap perkembangan manusia, sebab usia tersebut merupakan periode diletakkannya dasar struktur kepribadian yang di bangun untuk sepanjang hidupnya. Oleh karena itu perlu pendidikan dan pelayanan yang tepat.
b. Pengalaman awal sangat penting, sebab dasar awal cenderung bertahan dan akan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepanjang hidupnya, di samping itu dasar awal akan cepat berkembang menjadi kebiasaan. Oleh karena itu perlu pemberian pengalaman awal yang positif.
c. Perkembangan fisik dan mental mengalami kecepatan yang luar biasa, di banding dengan sepanjang usianya. Bahkan usia 0-8 tahun mengalami 80% perkembangan otak dibandingkan sesudahnya.[3]
Berikut ini adalah beberapa karakteristik anak usia dini atau Taman Kanak menurut berbagai pendapat yang harus diketahui oleh para pendidik:
a. Unik, yaitu sifat anak itu berbeda satu sama lain. Anak memiliki bawaan, minat, kapabilitas dan latar belakang kehidupan masing-masing
b. Egosentris, yaitu anak lebih cendrung melihat dan memahami sesuatu dari sudut pandang dan kepentingannya sendiri. Bagi anak sesuatu itu sepanjang hal tersebut berkaitan dengan dirinya
c. Aktif dan energik, yaitu anak lazimnya senang melakukan berbagai aktivitas. Selama terjaga dari tidur, anak seolah-olah tidak pernah lelah, tidak pernah bosan, dan tidak pernah berhenti dari aktivitasnya. Terlebih lagi kalau anak dihadapkan pada aktivitas yang baru.
d. Rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. Yaitu anak cendrung memerhatikan, membicarakan, dan mempertanyakan berbagai hal yang sempat dilihat dan didengarnya terutama terhadap hal-hal baru
e. Eksploratif dan berjiwa petualang, yaitu anak terdorong oleh rasa ingin tahu yang kuat dan senang menjelajah, mencoba dan mempelajari hal-hal yang baru.
f. Spontan, yaitu prilaku yang ditampilkan anak umumnya relative asli dan tidak ditutup-tutupi sehingga merefleksikan apa yang ada dalam perasaan dan pikirannya.
g. Senang dan kaya fantasi, yaitu anak senang dengan hal-hal yang imajinatif. Anak tidak saja senang dengan cerita-cerita khayal yang disampaikan oleh orang lain, tetapi juga ia sendiri juga senang bercerita kepada orang lain.
h. Masih mudah frustasi, yaitu anak masih mudah kecewa bila menghadapi sesuatu yang tidak memuaskan. Ia mudah menangis dan marah bila keinginannya tidak terpenuhi.
i. Masih kurang pertimbangan dalam melakukan sesuatu, yaitu anak masih kurang memiliki pertimbangan yang matang termasuk berkenaan dengan hal-hal yang mambahayakannya.
j. Daya perhatian yang pendek, yaitu anak lazimnya memiliki daya perhatian yang pendek, kecuali terhadap hal-hal yang secara instrinsik menarik dan menyenangkan.
k. Bergairah untuk belajar dan banyak belajar dari pengalaman yaitu anak melakukan banyak aktivitas yang menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku pada dirinya.
l. Semakin menunjukkan minat terhadap teman, yaitu anak mulai menunjukkan untuk bekerjasama dan berhubungan dengan temannya. [4]
Selain karakteristik-kateristik diatas, karakteristik lainnya yang tak kalah penting dan patut dipahami oleh setiap orang tua maupun peneliti adalah anak suka meniru dan bermain. Anak akan selalu meniru tindakan ataupun ucapan dari orang-orang yang ada disekitarnya. Untuk itu sebagai orang tua sebaiknya selalu mengawasi lingkungan anak untuk menjaga perkembangan yang baik bagi anak. Bermain juga merupakan tuntutan dan kebutuhan esensial bagi anak Taman Kanak-kanak. Melalui bermain anak dapat memuaskan tuntutan dan kebutuhan perkembangan dimensi motorik, kognitif, kreativitas, bahasa, emosi, sosial, nilai dan sikap hidup.[5]
Beberapa hal yang diperoleh dengan memahami karakteristik anak usia dini antara lain mengetahui hal-hal yang di butuhkan oleh anak bagi perkembangan hidupnya, mengetahui tugas-tugas perkembangan anak sehingga dapat memberikan stimulasi kepada anak agar dapat melaksanakan tugas perkembangan dengan baik, mengetahui bagaimana cara membimbing proses belajar anak pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhannya dan dapat mengembangkan potensi anak secara optimal sesuai sesuai dengan keadaan dan kemampuan. Terkait dengan penelitian ini pengetahuan tentang karakteristik anak usia dini ini dibutuhkan untuk dasar sebgai pertimbangan pengenalan anatomi tubuh melalui tema diri sendiri.
Akbar Anas
--------------------------------------------------------
[1] Muhammad Fadlillah (2012), Desain Pembelajaran PAUD,Yogyakarta: Ar-Ruzz Media hal.19
[2]Syamsu Yusuf L.N dan Nani M. Sugandhi (2013), Perkembangan Peserta Didik, Jakarta: Raja Grafindo, hal. 47
[3] http:// gudang makalah blogspot.com/2009/04/makalah-karakteristik-anak-usia-dini.html, di akses tanggal 13 juli 2013, pukul 11.45.
[4]Syamsu Yusuf L.N dan Nani M Sugandhi (2013),Perkembangan Peserta Didik,cet. IV Jakarta: Rajawali Press, hal 48-50
[5] Masitoh dkk, Strategi Pembelajaran…, hal. 9.4
0 comments